Tampilkan postingan dengan label Pernikahan Menurut Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan Menurut Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Cara mendidik Anak Sholeh-Sholehah

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Shalehah

Setiap orangtua tentunya menginginkan anak yang mereka miliki tumbuh menjadi anak yang pintar, patuh pada semua perintah orangtua, taat pada aturan agama dan memiliki akhlaq mulia seperti anak-anak yang shaleh.
Namun tidak dapat dipungkiri, jika saat ini telah menjadi rahasia umum jika banyak anak memiliki perilaku yang menyimpang dari ajaran agama sehingga syariat-syariat agama tidak mampu mereka terapkan dalam kehidupannya. Hal ini tentu saja menjadi sebuah kekhawatiran yang harus segera diselesaikan dan dicari solusinya. Kehidupan seseorang tanpa dilandasi norma agama akan membuat kehidupan terasa seperti kehilangan arah. Begitu juga yang terjadi pada anak-anak, sungguh amat disayangkan jika pendidikan agama tidak diberikan kepada si kecil sejak mereka masih berusia dini. (Baca juga: Tips Mendidik dan Mengasuh yang Baik Agar Anak Tumbuh CemerlangTips Mendidik dan Mengasuh yang Baik Agar Anak Tumbuh Cemerlang)
Orangtua mana yang tidak ingin memiliki buah hati yang shaleh dan sholehah. Untuk karena itu, orangtua harus memiliki perbekalan agar bisa memberikan pendidikan agama yang sempurna untuk anak-anaknya. Hal ini dikarenakan mendidik anak merupakan salah satu kewajiban dan tanggung jawab orang tua yang amat penting.
Nah, salah satu cara yang dapat dilakukan para orangtua yang mendambakan memiliki anak-anak yang shaleh dan shalehah selain memberikan teori pendidikan dan praktik keseharian, juga dengan senantiasa harus dibarengi dengan panjatan doa kepada Sang Khalik. Dalam membesarkan anak dan dalam hal mendiidk mereka, orangtua hendaknya menanamkan akidah dan akhlak yang baik yang sesuai dengan syariat beragama. Akidah dan akhlak yang baik merupakan jaminan kebahagiaan dan keselamatan hidup manusia, baik didunia maupun diakhirat.
Video Hari Ini
Tips untuk mengetahui sisi positif, keunggulan dan bakat anak 
mendidik anak agar shaleh shalehah
Hanya saja kedua hal ini tidak didapat dengan cara yang instant dan tidak pula merupakan warisan genetik dari kedua orangtuanya. Perlu perjuangan yang panjang dan kerja keras dalam memberikan pendidikan yang baik terhadap anak agar keimanan tumbuh dalam diri mereka dan membuat akidah dan akhlak yang baik timbul dari dalam diri anak.
Untuk itulah, beberapa poin dibawah ini akan dapat membantu ibu dan orangtua dirumah mendidik dan mengasuh buah hati anda agar tumbuh menjadi seseorang yang memiliki akidah dan akhlak yang baik sehingga mereka bisa menjadi anak yang shaleh dan shalehah seperti yang ibu harapkan.

1. Berikan Contoh yang Baik

Seringkali besar harapan kita terhadap anak-anak agar mereka bisa tumbuh menjadi apa yang orangtuanya inginkan. Keinginan tersebut tentunya merupakan harapan dimana anak-anak mereka bisa menjadi seseorang yang berakhlak baik, berbudi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. Hanya saja, harapan ini harus sebanding dengan apa yang ada dan terjadi dalam kehidupan nyata. Ketika anda menginginkan anak-anak yang shaleh, maka akan lebih baik jika kita memberikan contoh yang baik terhadap mereka. Jangan terus-tersuan mendikte anak menjadi seperti yang anda inginkan, jika kita sendiripun tak mampu menjadi panutan yang baik untuk mereka.
Kecenderungan seorang anak adalah peniru, mereka akan meniru dan mengadaptasi semua hal yang terjadi dan mereka lihat dilingkungannya. Dengan memberikan contoh yang baik diharapkan anak-anak akan mampu mencontohnya dan mengaplikasikan perbuatan yang baik dalam kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, dengan menjadi tauladan yang baik untuk anak-anak maka tidak ada alasan untuk mereka menolak perintah atau nasihat para orangtuanya.

2. Ciptakan Suasana Islami Melalui Pendidikan dan Pergaulan

Salah satu faktor lain yang menunjang terbentuknya jiwa dan kepribadian shaleh dan shalehah pada diri anak adalah dengan membawa dan menciptakan nuansa islami lewat pendidikan dan pergaulannya. Anak tentu tidak akan mengenal apa itu akidah dan bagaimana menjadi seorang anak shaleh jika pendidikan islami tidak diperkenalkan sejak dini.
Untuk itu, ciptakan suasana dan nuansa islami dalam dunia pendidikan dan lingkungan anak. Selain itu, hal ini juga akan mampu membangun karakter anak menjadi lebih baik. Untuk cara ini, misalkan ibu dan orangtua lain bisa mendaftarkan anak ke sekolah islam atau pondok pesantren. Jika anak-anak sering bergaul dalam lingkungan yang islami, maka insya allah setiap tutur kata dan perbuatan mereka akan lebih santun. Namun tentunya hal ini perlu diterapkan dan ditanamkan sejak dini.

3. Biasakan Membangunkan Anak Pada Waktu Subuh

Seseorang yang bangun diwaktu subuh seringkali diidentikan dengan orang-orang shaleh yang taat dalam hal beragama, bahkan orang dewasapun masih banyak yang sulit bangun diwaktu ini untuk melaksanakan shalat subuh. Untuk itulah, tidak ada salahnya biasakan anak untuk bangun diwaktu subuh dan segera tunaikan ibadah shalat subuh. Hal ini tentunya perlu dibangun dan dibiasakan saat anak masih berusia dini agar nantinya kebiasaan ini terbawa hingga mereka besar nanti.
Akan ada banyak rintangan yang mungkin ibu hadapi ketika menerapkan kebiasaan bangun subuh pada anak-anak, salah satu faktornya adalah tidak tega membangunkan mereka yang masih terlelap tidur atau bahkan si anak rewel karena masih mengantuk. Namun percayalah, jika dibiasakan perlahan namun pasti hal ini akan terasa lebih mudah.

4. Ajarkan Si Kecil Untuk Selalu Membawa Peralatan Shalat

Shalat 5 waktu adalah ibadah yang wajib yang harus dilakukan setiap umat muslim diseluruh dunia yang tentunya jika salah satu waktunya dilewatkan maka akan menjadi dosa untuk mereka yang melakukannya. Nah, untuk menanamkan ketaatan beragama pada anak agar mereka tumbuh menjadi shaleh dan shalehah adalah dengan mengingatkan mereka untuk tidak melewatkan waktu shalat dimanapun mereka berada. Salah satu bentuk mengingatkan anak-anak untuk tidak melewatkan waktu shalat adalah dengan mempersiapkan peralatan shalat dan mengingatkan mereka untuk selalu membawanya bahkan saat mereka berpergian.

5. Ajak Anak Berwisata Islami

Dewasa ini meskipun masih berusia begitu kecil, orangtua lebih senang membawa anak-anak mereka ke mall dan memperkenalkan berbagai macam hal baru pada anak-anaknya. Namun tanpa disadari wisata islami seringkali diabaikan karena kesenangan dunia yang begitu menggoda. Untuk itu, mulailah merubah segala kebiasaan yang kurang berguna, daripada terlalu sering mengajak mereka berwisata ke mall atau mengunjungi tempat-tempat wisata yang berharga mahal, ada baiknya jika bunda mengajak anak-anak berwisata islami seperti bersafari ke mesjid-mesjid. Selain memperkenalkan mereka pada sesuatu yang baru, hal ini akan semakin menumbuhkan kecintaannya terhadap agama dan ketaatannya kepada Tuhan.

6. Kenalkan Batasan Aurat Pada Anak Sejak Mereka Kecil

Umumnya saat ini banyak anak yang memilih mengenakan model pakaian yang baru dan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa memperdulikan syariat dan aturan berpakaian dalam Islam yakni dengan menutup aurat, maka tak heran jika saat ini banyak kita jumpai anak-anak berpakaian ketat, pendek dan bahkan tembus pandang. Hal ini tentunya tidak baik untuk anak-anak kita calon penerus bangsa. Untuk itulah, ajarkan pada anak batasan-batasan aurat sewaktu mereka berbusana.
Demikian beberapa poin penting yang perlu sekali diajarkan pada anak untuk menumbuhkan akidah dan akhlak yang baik sehingga anak-anak menjadi shaleh dan shalehah.

Cara-cara menyelesaikan masalah dalam rumah tangga

10 Cara Mengatasi Masalah Rumah Tangga

rumah tangga yang ideal dan sempurna, harmonis dan bebas dari konflik tentu saja menjadi dambaan setiap pasangan suami istri.  Namun, tentunya riak-riak kecil dalam hubungan pernikahan lazim terjadi.  Pasti di suatu titik kita akan menemui perbedaan pendapat, perselisihan, hingga pertengkaran.  Hal ini wajar dan normal, selama masih berada dalam kendali kedua pasangan.

Dalam artikel Top10Indo ini, kami akan membagikan berbagai tips dan cara untuk mengatasi masalah rumah tangga.  Semoga berbagai metode yang kami bagikan lewat artikel ini bisa membantu anda untuk membangun rumah tangga yang lebih kokoh dan harmonis.

by Richard foster on Flickr.com via Creative Commons

10.  Dengarkan

Langkah pertama dan paling dasar dalam mengatasi masalah rumah tangga adalah mendengarkan dengan baik berbagai problem maupun berbagai hal yang dinilai kurang "sreg" di hati pasangan.  Sebelum mengungkapkan masalah yang anda miliki, akan lebih baik jika terlebih dahulu mencoba mendengarkan dari sudut pandang suami atau istri.

Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik.  Jangan memotong pembicaraan sebelum sang pasangan selesai menuturkan semua permasalahannya kepada anda.  Saat mendengarkan, pikirkan pula langkah selanjutnya yang akan anda ambil, jangan sekedar masuk telinga kiri dan keluar melalui telinga kanan.


9.  Berpikir dari sudut pandang pasangan


Setelah anda mendapat gambaran dari sudut pandang pasangan, cobalah untuk memandang masalah yang dihadapi dari perspektif pasangan.  Hal ini berguna untuk benar-benar memahami posisinya dalam masalah yang sedang anda berdua hadapi.  Pikirkanlah konsekuensi, kerugian, kesedihan, atau bahkan rasa sakit yang harus ditanggung sang pasangan.

Ingat, tahap ini sangat penting dan jangan pernah dilewatkan.  Kemampuan untuk memahami pasangan sangat penting, apalagi jika anda berposisi sebagai seorang pria.  Wanita memiliki perasaan sensitif yang harus selalu dijaga.  Mungkin artikel tentang "10 Cara Memahami Perasaan Wanita" dari kami bisa sedikit membantu.


8.  Nada suara

Ketika sedang berdiskusi tentang berbagai problem dan masalah rumah tangga, perhatikanlah nada suara anda.  Kemarahan dan perasaan tidak enak dari lawan bicara sebagian besar timbul karena cara kita mengungkapkan suatu hal.  Walaupun sebenarnya hal yang kita ungkapkan tidak menyinggung perasaan, namun kita mengucapkannya dengan nada suara yang salah, hal ini bisa menimbulkan kemarahan dan kesalahpahaman.

Cobalah untuk menghindari berbicara dengan nada suara tinggi.  Untuk kaum wanita, jangan merepet dan mencecar suami dengan berbagai pernyataan dan pertanyaan.  Bicara dengan tenang, dan beri jeda agar pasangan anda memiliki waktu untuk mengungkapkan pikirannya.


7.  Ingat komitmen yang sudah anda sepakati sebagai pasangan


Jika masalah rumah tangga yang dihadapi begitu berat sehingga membahayakan stabilitas hubungan anda berdua, ingatlah komitmen anda ketika memutuskan untuk hidup bersama.  Sadarilah bahwa masalah akan selalu ada dalam hidup manusia, dan jangan biarkan sedikit rintangan menghancurkan komitmen dan janji suci yang sudah anda ungkapkan sebelum menikah.

Ada berbagai unsur yang bisa anda gunakan untuk mengingatkan komitmen yang sudah dibangun dengan pasangan, seperti masa depan anak, investasi, maupun mimpi-mimpi yang ingin anda wujudkan bersama keluarga.  Faktor-faktor seperti agama, status sosial, maupun prinsip hidup juga bisa menjadi pertimbangan tersendiri.


6.  Saling terbuka

Komunikasi yang sehat mutlak diperlukan untuk membangun rumah tangga yang harmonis.  Kunci untuk komunikasi yang sehat dalam keluarga adalah keterbukaan.  Menjalin rumah tangga berarti siap untuk membuka diri anda sepenuhnya pada pasangan dan tidak menyimpan rahasia tertentu dari orang yang anda cintai.

Kembangkan juga sikap saling terbuka untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh anda berdua.  Jangan saling memendam emosi, karena emosi yang dipendam selama beberapa saat bisa meledak menjadi sebuah bom waktu yang menghancurkan rumah tangga yang dibangun dengan susah payah.


5.  Bicarakan masalah dalam suasana yang tepat


Timing adalah satu lagi faktor penting yang harus diperhatikan jika ingin menyelesaikan problematika rumah tangga dengan baik.  Anda harus tahu kapan saat harus mengungkapkan masalah yang anda miliki dan kapan harus menundanya.  Perhatikan benar-benar kondisi diri anda dan pasangan saat ingin membicarakan sebuah problem yang vital.

Pastikan untuk membicarakan masalah saat kondisi fisik maupun emosi anda berdua dalam keadaan stabil, sehingga solusi bisa dipikirkan dengan kepala dingin.  Mood yang baik juga sangat membantu untuk mencari penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak.

  
4.  Kontrol emosi

Satu poin lagi yang paling penting, jangan emosional saat membicarakan sebuah masalah rumah tangga, apalagi saat mengambil keputusan dan menentukan solusi.  Emosi yang tidak terkontrol bisa merubah sebuah diskusi menjadi pertengkaran hebat yang bisa meninggalkan luka yang sangat dalam bagi anda, pasangan, maupun anggota keluarga yang lain.

Saat anda merasa emosi sudah memuncak, jangan ragu untuk mengakhiri pembicaraan.  Ingat, sebelum mengungkapkan kata-kata atau melakukan perbuatan yang bisa menyakiti pasangan, pikirkanlah baik-baik.  Jangan sampai emosi sesaat merusak hubungan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.


3.  Bantuan dari pihak ketiga


Sebisa mungkin, masalah rumah tangga sepantasnya diselesaikan secara internal saja, tanpa campur tangan dari pihak luar.  Namun jika anda berdua menemui jalan buntu, maka jangan ragu untuk meminta bantuan dari pihak keluarga anda atau pasangan.  Tentu saja hal ini harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak, dan tidak serta merta mengundang pihak dari luar tanpa sepengetahuan pasangan.

Jika ingin lebih netral dan profesional, anda bisa mengikuti konseling atau meminta nasihat psikolog.  Konseling seperti ini biasa disebut sebagai marital counseling, dan sudah biasa dilakukan oleh pasangan-pasangan di negara barat.


2.  Biarkan cinta berbicara

Sebesar apapun masalah rumah tangga yang dihadapi, ingatlah bahwa anda berdua pernah dan masih saling mencintai.  Gunakanlah rasa cinta tersebut sebagai sumber energi untuk membantu anda dan pasangan mengatasi gelombang masalah yang menimpa.  Saat sedang bertengkar, cobalah ingat saat-saat di mana cinta anda berdua sedang kuat-kuatnya, seperti pada saat pacaran atau periode awal menikah.

Berhubungan intim juga bisa sangat membantu untuk mengatasi masalah rumah tangga, setidaknya meyakinkan bahwa di antara anda berdua masih terjalin sebuah ikatan yang kuat dan spesial.  Rasa cinta adalah salah satu elemen paling ampuh yang bisa digunakan untuk menghindari pertengkaran dan memperkuat bahtera keluarga.


1.  Cari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak


Setelah anda melakukan sebagian atau semua poin di atas, maka tibalah saatnya untuk mengambil keputusan dan menemukan solusi.  Tujuan utama dalam mengatasi masalah rumah tangga adalah dengan menemukan win-win solution alias solusi yang menguntungkan bagi anda maupun pasangan.  Jangan mengambil solusi yang berat sebelah atau yang merugikan salah satu pihak.

Saat memutuskan sesuatu, pastikan bahwa pasangan anda menyetujui keputusan tersebut, dan anda juga merasa sreg untuk menerimanya.  Langkah selanjutnya adalah berkomitmen terhadap solusi dan keputusan yang sudah diambil, dan menggunakan masalah yang  dihadapi menjadi sebuah pengalaman berharga yang bisa membuat diri anda maupun pasangan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi hidup.  Semoga tips-tips ini bermanfaat dan berguna.

Cara Mendidik Istri dengan Baik

Cara Mendidik Istri Yang Baik


Bagi anda suami yang mulai berkeluarga atau sudah lama berkeluarga, masih merasa sulit mendidik istri, setiap dinasehati malah melawan dan lain sebagainya, mungkin beberapa tips dari hanifah ini bisa membantu:
  1. Jangan Tidak Punya Visi Misi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Yups dan hal ini pasti, apalagi nantinya suami-lah yang akan menjadi kepala rumah tangga. So gak logis juga kalo suami gak punya visi hidup yang jelas. Istri akan mantap dan termotivasi untuk menjadi lebih maju dan cerdas bila suaminya memiliki visi misi……….Setuju!
  1.  Jangan Kasar
Kasar Bukan hanya secara fisik loh, tapi bisa juga dari perkataan, ataupun nada bicara, ataupun perbuatan. Dan rasanya tidak seorangpun, baik lelaki ataupun wanita, yang menyukai seseorang yang bersifat kasar ini. Kalo suami kasar, istri akan sakit hati, mungkin dengan rasa sakit ini dia akan terdidik menjadi seorang istri yang penyabar karena memang “terpaksa untuk sabar”, tapi sebagai bonus dengan sikap kasar ini istri juga akan terdidik untuk menjadi “Cuek dan Masa Bodoh terhadap Suami”
  1.  Jangan Sok Pinter
Memang sebaiknya laki2 harus lebih pintar dari istrinya, pintar yang gw maksud adalah pintar dalam menyikapi masalah. Namun, dalam menyikapi suatu masalah bukan berarti menganggap bodoh istrinya, justru ketika menemui istrinya melakukan sesuatu yang menurutnya salah, seharusnya seorang suami memberi saran atau masukan ataupun mengajak istri berdiskusi dengan cara yang bijak atau mungkin sambil diselingi gurauan, bukan malah mengolok-olok ataupun menertawai dengan sinis istrinya itu. Kalo seorang istri kebanyakan diolok2 suami, lama2 hilang percaya dirinya, Emang Enak punya Istri yang Minderan?????
  1.  Jangan Tak Acuh terhadap kekurangan Istri
Jangan sampai jadi suami yang model beginian, istri jadi serba salah dan bingung memenuhi kemauan suami. Bukannya membantu memperbaiki kekurangan istri, Anda malah menjauhinya sehingga Istri menjadi bingung tanpa tau sebab Anda menjauh darinya. Jika Anda punya suatu keinginan katakanlah kepada Istri Anda, asalkan keinginan itu wajar dan tidak menyakiti hati Istri. Bila ada hal dari istri Anda yang tidak mengenakkan, maka Anda harus proaktif. Misalkan bila Anda ingin agar Istri Anda tidak memakai parfum channel 5-nya, karena parfum ini mengingatkan Anda kepada salah satu bos wanita anda yang paling cerewet, pada hari jadi pernikahan Anda dapat membelikannya parfum Kenzo’d’kenzo saja atau yang Anda sukai.
Contoh lain: bila Anda merasa sop buatan istri Anda rasanya seperti air kobokan, mungkin hadiah kejutan di hari ulang tahun istri adalah Paket Kursus Masak bersama Ibu Sisca Soewito bisa menyelamatkan selera makan Anda.
Ataupun tanpa harus memberikan hadiah, Keinginan Anda bisa terwujud. Saya yakin bila penyampaian keinginan tersebut dengan gaya bicara yang santai dan humoris justru akan menambah keakraban di rumah Anda dan plus Keinginan Anda tersampaikan!
  1. Jangan Sok Mencurigakan
Tidak ada yang lebih menyakitkan hati daripada memiliki suami yang mencurigakan apalagi “sok mencurigakan”. Anehnya, justru Suami yang seperti ini senang menjudge istrinya“cerewet/cemburuan/posesif”. Sebenarnya suami harus maklum, penasaran ataupun cemburu adalah sifat wanita dari jaman kuda gigit rumput. Kebanyakan suami beralasan, ”Wah kalo Istri nanya yang sepele2 gitu gk usah dijawab, perempuan kapan puasnya? Mungkin bagi Suami itu cuma hal sepele yang tidak perlu dijawab, tetapi pahamilah bahasa wanita. Tentang rasa puas saya berani menjawab karena Saya ini perempuan, dan saya berani jamin, bahwa Kami Kaum Perempuan Punya Batas Puas!!! (malah mungkin yang gk pernah kenal konsep puas itu ya kaum Adam loh!, he he he)
Contoh soal: Kalo istri sering tanya2 hal2 sepele, ya jawab saja yang jujur, gk usah pake njawab ” Ngapain tanya-tanya”, “bukan urusan kamu”,”gak penting!”,atau “Apaaaannnn sieeehhh???”, tinggal jawab aja sejujurnya apa susahnya, Toh Anda memang tidak melakukan perbuatan yang buruk kan? Mengapa takut untuk mengakuinya. Lama kelamaan rasa percaya akan tertanam di benak istri, dan yakin deh ama aku, selanjutnya mereka bosen sendiri dan gk bakal tanya2 lagi, dan bonusnya “positif thinking akan terprogram di otaknya”..
  1.  Jangan Tidak Realistis
Sering lho aku denger, di pertemuan keluarga ataupun reunian, ” Wah kok kurus nieh Bro?, “Iya sie abis istri gk ngurus”, jelas2 istrinya ada disitu sambil mesem2 campur kesel. Sebaiknya Suami lihat dulu diri sendiri, apa yang sudah diberikan. Kebanyakan kaum perempuan rela kok ngurusin suaminya sampai ke urusan tetek bengek pun, cuma mungkin yang menyulitkan kondisinya..misalnya masih tinggal di rumah mertua, jadinya kalo mau masak2 jdi repot, atau bebenah juga repot, karena status masih rumah mertua, takut salah, belum hapal letak benda2, dan jangan salah lho, tinggal di rumah mertua bagi Istri memerlukan Adaptasi yang gk mudah, maklum jika mungkin Istri merasa bingung “Mulai darimana Ya ngurusin Suami”, apalagi kalo dirumah tersebut sudah ada pembantu yang jelas2 dari dulu ngurusin Anda sejak masih bujangan. Hal lain yang membuat Istri tidak atau kurang besemangat ngurusin Suami adalah uang belanja pas2an, karena jadi susah juga berkreasi mengurus suami kalau duit pas2an.
  1.  Jangan Pemalas, Super Jorok, dan Selebor
Malas, Super Jorok, dan Selebor sering kali menambah permasalahan rumah tangga. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malas,jorok, dan selebornya seorang suami. Bisa jadi dengan sifat Anda ini, Istri yang tadinya yang rajin, pembersih, dan pintar dandan bisa ikut2an males, super jorok, dan selebor, nah kalo 22-nya males,jorok,dan selebor, siapa yang mau tanggung jawab kalo sampe diusir tetangga?
  1. Jangan Pendiam dan Tidak Komunikatif
Tahukan Anda, Istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Oleh karena itu, rajinlah mengirim sms atau menelponnya. Misalnya pada jam makan siang. Ketahuilah bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga. Dan ingat pula, Anda menikahi Wanita, bukan robot, senantiasa berkomunikasi membuat Istri Anda merasa dia adalah makhluk yang pantas diajak berbicara, dan keberadaannya berharga buat Anda. Kebanyakan para pria bisa tertawa terbahak2 jika bersama sahabat, tetapi cemberut dan pendiam di depan istri, karena menganggap istrinya “Tidak asyik ataupun Gk nyambung diajak Ngobrol”. Misalkan Anda hobi sepakbola dan Istri Anda tidak tahu apapun tentang bola, tidak ada salahnya Anda mengajak mengobrol tentang bola, anggap saja istri Anda adalah awam, dan Anda adalah Pakarnya, anggap saja kelucuan pasti terjadi saat obrolan antara awam dan pakar berlangsung, apalagi kalau istri Anda berjiwa humoris, bisa jadi lebih seru ketimbang Obrolan Sepakbola bersama teman2 Anda….
  1. Berkaca pada diri sendiri
Bila Anda setampan, sekaya, semacho Brad Pitt, mungkin gk kelewatan kalau memipikan Istri secantik, sesukses, dan seseksi Angelina Jolie. Atau jika Anda secerdas dan sebaik hati Obama, mungkin gk aneh kalo mendambakan Istri Smart dan Cool Calm & Confident seperti Michelle Obama. Saya orang yang sangat percaya akan hukum sebab akibat. Oleh sebab itu, sebelum merubah diri orang lain, terlebih dahulu kita harus memperbaiki diri kita.
Semua wanita di dunia ini pasti menginginkan suami yang sukes, apa itu?Suami yang sukses adalah suami yang bisa menjadi panutan dan contoh yang baik bagi Istri dan Anak-anaknya.

Tips menjadi keluarga yang SAMAWA

Kriteria Calon Istri Sholehah

CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH MENURUT AL-QURAN

CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH MENURUT AL-QURAN




siapakah wanita sholehah yang slalu di damba oleh setiap pria, dan bagaimana ciri-cirinya ??
baiklah akan saya ambilkan dari ayat al-qur'an dan tafsir nya tentang siapa dan bagaimana ciri-ciri wanita sholehah ;-)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

"Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka." (An-Nisa: 34)
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma'ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.
"Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: "Wanita shalihah adalah yang taat," yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada." Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya." (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)



Ada kisah Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam:



عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا



"Jika sampai Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, 'abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis." (At-Tahrim: 5)


a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala), tunduk kepada perintah Allah ta'ala dan perintah Rasul-Nya.

b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala
c. Qanitat: wanita-wanita yang taat
d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.
e. 'Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma).
f. Shoimat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami' li Ahkamil Qur'an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)


Istri-istri sholehah bisa kita rinci dengan lainnya yang Akan Q ambil keterangan-keterangannya dari hadis,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:


إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ



"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191)



1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :



أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى



"Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma' bintu Yazid radhiallahu 'anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?" Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: "Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami)." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ



"Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya." (HR. Ahmad 6/456,) 

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
"Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.)
5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta' (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
"Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya". (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur." Ada yang bertanya kepada beliau: "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau menjawab: "Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: "Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali." (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ
"Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.)

Istri-istri sholehah bisa kita rinci dengan lainnya yang Akan Q ambil keterangan-keterangannya dari hadis,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan:


إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ



"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191)



1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :



أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى



"Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma' bintu Yazid radhiallahu 'anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?" Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: "Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami)." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ



"Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya." (HR. Ahmad 6/456,) 

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
"Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.)
5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta' (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
"Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya". (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur." Ada yang bertanya kepada beliau: "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau menjawab: "Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: "Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali." (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ
"Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.)

Implementasi Trilogi Nusa Putra

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Haiii... perkenalkan nama saya Raida Namira Aulia, salah satu mahasiswi program studi Pendidikan Guru Sekolah ...