Jumat, 28 April 2017

Antara Orang Tua dan Keegoisanku

Antara Orang Tua dan Keegoisanku

Kenalkan aku lulusan Hubungan Internasional, sarjanaku Ilmu Politik, alumnus dari Universitas Muhammadiyah Malang. Kalau ditanya apa cita-citaku tentu aku akan menjawab menjadi diplomat bekerja di kedutaan atau konsulat jenderal. Aku wisuda oktober 2015, dan balik ke kampung (Labuhanbatu selatan) bulan November awalnya karena orang tua akan berangkat ke Mekkah, niatnya mau balik lagi ke Jawa mengejar mimpi yg telah tertuliskan di imajinasi.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan dan berbulan bulan kemudian aku tak kunjung memesan tiket pesawat untuk kembali ke Jawa, nyantol di labusel karena terlalu cinta, bukan cinta labusel pastinya, aku terlalu cinta dengan orangtuaku sehingga memutuskan tetap stay di labusel. Hingga aku memutuskan untuk melempar lamaran kerja kesana kemari via online dari sudut kamar, sebulan tak juga datang panggilan kerja yg diharapkan, alhasil lupa informasi darimana intinya aku buat lamaran ke kantor dinas pasar yg berlokasi di Kota Pinang, selang beberapa hari aku dipanggil dan diminta langsung bekerja dikantor tersebut.
Hatiku seolah menggerutu, menolak secara batin dengan pekerjaan yang kujalanani, hingga kuputuskan untuk resign dan kembali menjadi pengangguran. Hingga suatu hari, dibulan yang sama Allah seperti sedang menguji, mamak (panggilanku kepada ibu)  kembali sakit yang memang sudah sakit sejak tahun 2010, mamak dibawa kerumah sakit dengan perawatan intensive karena keadaannya yang sudah tak berdaya bahkan untuk menggerakkan kepala dan jarinya ia tak kuasa. Tapi, disaat keadaan seperti itu seluruh panggilan dari perusahaan yang aku lamar datang silih berganti hanya beda satu atau dua hari saja, salah satunya yang paling aku sesali adalah aku harus melepas kesempatan dari kementerian luar negeri karena itu adalah mimpiku, walaupun sudah pernah merasakan kerja disana tapi harapan kedua untuk bisa kesana lagi masih sangat besar, selain itu aku juga harus mengabaikan panggilan dari Pt. Angkasa Pura, Indonesia Mengajar, Pt. EPSON, Pt. RAMALINDO, Pt. Evarina Etaham,  dan kalau dihitung ada lebih 10 panggilan dari berbagai macam perusahaan.
Saat itu aku sangat bingung, galau, pengen nangis, jeritt dan streesssss.. karena orang tuaku yang sedang terbaring dirumah sakit sangat tidak mungkin untuk aku tinggalkan sementara semua harapanku sudah didepan mata. Aku tau hidup ini pilihan, hidup harus ada yang diprioritaskan, dan aku yakin sangat yakin jika pilihanku memilih orangtuaku dan memprioritaskan mereka itu sudah sangat benar. Aku terus menemani mamak dalam perjalanannya berobat, mendampinginya, memberikan cerita masa depan indah bersamanya, sampai mamak sehat dan bisa jalan lagi.
Telponku berdering tepat di hari pertama lebaran, aku tau ini pasti dari orang yang ingin mengucapkan minal aidhin walfaidzin, meski no nya asing aku tetap mengangkatnya. Tidak seperti dugaanku, dihari pertama lebaran aku dipanggil ke Jakarta langsung kerja dengan gaji diatas 5 juta, abang sepupuku ternyata diam-diam mencarikanku kerjaan di Jakarta. Dengan perasaan bahagia kuutarakan kabar ini ke orangtuaku dan yakin aku akan berangkat ke Jakarta, tapi uang bukanlah segalanya dengan wajah sedih seolah tak ingin aku pergi jauh lagi, aku tau ada raut kecewa yang terpancar dari wajah mereka. Dan untuk kesekian kalinya aku harus merelakan kesempatan itu.
Seminggu  kemudian,  aku dapat panggilan untuk mengajar disalah satu pesantren yang lokasinya tidak jauh dari rumah, aku berfikir panggilan ini kusimpan saja untukku tanpa memberitahu orangtuaku, karena aku sadar itu bukan bagian dari mimpiku,  tapi aku tak mampu sampai akhirnya kuberitahu tentang ini, tanpa berfikir panjang, tidak seperti sebelum sebelumnya dengan wajah sumringah, mereka memintaku untuk ambil  kerjaan itu, yang terpenting bagi mereka kerjaku berkah dan yang pasti aku dekat dari rumah, meski aku tahu ini jauh dari cita-citaku untuk jadi diplomat. ALLAH lah yang tahu perasaanku, tapi aku percaya selama kita memuliakan orang tua maka akan ada jalan kemudahan untuk urusan urusan kita selanjutnya. Tidak pernah terbayang aku harus kembali menjadi santri, meski dengan status yang berbeda, bernostalgia  beberapa tahun yang lalu, dan semua kujalani dengan bahagia, agar menjadi pahala dan berkah. Aku bangga pernah menjadi santri dan sekarang bangga bisa berbagi ilmu dengan santri. Hingga aku sadar, dalam jiwaku ada jiwa santri. Dari santri kembali menjadi santri

Pesantren dan Perkembangan Zaman

Pesantren dan Perkembangan Zaman

Di Era millennium seperti sekarang ini banyak yang  masih menganggap sekolah di pesantren itu kolot dan ketinggalan zaman, sekolah di pesantren akan melahirkan generasi teroris dengan Islam yang radikal. Tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap bahwa hidup dipesantren terisolasi dengan kemilau dunia, pesantren tidak gaul, tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi, tidak update berita-berita terkini,  dan lain sebagainya.  Fakta ini yang sampai sekarang masih terkonstruk di pemikiran masyarakat pada umumunya.
Padahal kalau kita masuk ke dalam lingkungan pesantren khususnya pesantren modern di seluruh Indonesia maka dapat dipastikan kita akan membantah statement tentang pendidikan pesantren yang kolot dengan sistem yang konservatif. Begitu juga dengan Pesantren modern Ar-Rasyid  yang baik secara langsung maupun tidak langsung sedikit banyak mengadopsi sistem seperti yang ada di pesantren Darussalam Gontor, defenisi kolot seperti yang dibayangkan oleh masyarakat kebanyakan  adalah pesantren itu identik dengan kitab kuning, berhadapan dengan buku-buku tebal yang didalamnya terdapat tulisa arab gundul tanpa baris, tidak melek terhadap pelajaran umum, acuh dengan informasi duniawi, kain sarung yang menjadi kebanggaan, dengan kopiah yang selalu nempel dikepala, zuhud alias meninggalkan segala kesenangan duniawi semua itu  akan terbantahkan oleh pesantren modern, pesantren modern berupaya menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat, seperti yang ada dalam sebuah hadis “Ingatlah duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya dan Ingatlah akhirat seolah olah kamu  akan mati esok”.

Pesantren menawarkan pembelajaran yang seimbang antara ilmu dunia dan ilmu akhirat, dengan berbagai macam kegiatan positive untuk mengembangkan potensi dan bakat para santrinya, tidak hanya kewajiban menghafal Al-Qur’an sebagai bekal akhirat, santri juga dibebaskan menggali potensi baik dibidang akademik, olahraga, seni dan lainnya. Santri diajarkan bagimana sukses dengan kerja keras yang dibangun dengan semangat dan motivasi yang tinggi dengan didasari oleh keinginan sendiri bukan dengan paksaan dari orang lain, santri difasilitasi dan dikenalkan dengan persaingan dunia luar, ikutserta dalam mengikuti lomba-lomba yang tidak hanya bersifat agamis  dan akademik tetapi juga mampu bersaing dan unggul dibidang lain seperti olahraga seni dan budaya.
Pesantren selalu menanamkan bahwa hidup didunia ini hanya sementara, hidup yang kekal itu di akhirat. Tetapi bagaimana kehidupan yang sementara ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak sia-sia, keduanya harus seimbang, karena Islam mengajarkan kita untuk tamak terhadap ilmu bukan hanya ilmu agama tetapi semua ilmu yang ada, Islam mengajarkan kita harus mengejar  ilmu dari buaian hingga tiang lahat, bahkan harus pergi ke China untuk mencarinya. Disinilah tempatnya, dipesantren, yang akan senantiasa mengajarkan tentang pelajaran hidup yang hakiki, tentang bagaimana dituntut untuk bisa sukses dunia dan akhirat, tentang bagaimana menjadi manusia yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain, tentang menempah etika dan akhlak yang semakin krisis khususnya di kalangan remaja akibat besarnya pengaruh-pengaruh dari luar, tentang hidup disiplin, dan tentang keluarga, keluarga besar Islami generasi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa. 

Pesantrenlah yang justru selama ini mampu menjawab perkembangan zaman, pesantrenlah yang mendidik karakter dan moral anak-anak bangsa, pesantren yang melestarikan budaya timur bangsa Indonesia, pesantren mengikuti perkembangan zaman dan berupaya bagaimana Islam tidak hancur direnggut oleh zaman yang sudah semakin gila, generasi muda yang bangga dengan budaya hidup hedonism dan bergaya westernisasi, dan perlahan mulai meninggalkan budaya timur yang kental  dengan sopan santun, pesantren yang mengajarkan bagaimana zaman modern yang mau tidak mau suka tidak suka harus dihadapi tetapi dengan dilandasi kekuatan iman dan takwa agar tidak larut dalam mindset anak gaul dengan sikap dan tingkah laku yang semakin punah dari nilai-nilai Islam, oleh karena itu mari berkunjung ke pesantren dan banggalah menjadi generasi penerus bangsa yang Qur'ani.

Kalian Santri? WAJIB BACA!

Kalian Santri? WAJIB BACA!

Pesantren? OMG Hellooooooww…
Dulu, tidak pernah membayangkan sama sekali untuk masuk pesantren, yang ada dibayangan  adalah pesantren bagaikan penjara, yang kata kebanyakan orang penjara suci. Dimana didalamnya hanya ada pangeran-pangeran bersarung, tidak boleh nonton tivi apalagi bawa hp, kerjaannya ngaji dan belajar. Tapi banyak juga yang senang masuk pesantren karena terbebas dari tugas-tugas rumah, gak mikir nyuci piring, nyapu halaman, nyiram bunga, bantu masak didapur, dan lainnya.  Kamu akan merasa  merdeka ketika masuk pesantren jumpa dengan banyak teman dari berbagai penjuru daerah dengan latar belakang suku dan budaya yang berbeda pula. Intinya saat pertama kali masuk pesantren setelah seluruh bajumu disusun dilemari kamu akan merasa sebentar lagi kamu akan terbebas dari  seluruh disiplin yang telah dibuat dirumah.
Beberapa  jam kemudian, ..

Setelah salam-salaman, kamu akan sadar kalau kamu akan ditinggal orang tuamu dan memulai hidup mandiri dipesantren, kamu masih berusaha tegar dan terlihat cool didepan orang tua mu padahal hatimu sudah mulai kalut dan gundah gulana, tibalah yang kamu lihat hanya plat mobil mu yang mulai jauh meninggalkanmu, dan harimu pun dimulai. Setegar apapun kamu, jangan bohong kalau dihari pertamamu bantalmu gak basah, ketika ditanya teman sekamarmu apa yang terjadi denganmu kamu akan menjawab bahwa kamu kangen orang tua dan mulai merasa tidak betah. Akhirnya kamu harus mengaku kalah.. hahaha



Beradaptasi pun dimulai..
Kamu akan mulai mencari teman yang sesuai dengan karaktermu, yang mampu menghilangkan kesedihanmu, kamu mulai menghadapi kebiasaan yang baru, kebiasaan diluar dugaanmu, kamu harus rela bangun pagi jam 3 hanya agar terbebas dari antrian dan kehabisan air, benar-benar diluar kebiasaanmu dirumah. Kalau biasa kamu disekolah pulang jam 1 dan setelah itu bebas dari tugas-tugas, dipesantren kamu justru disuruh menyelesaikan hafalan sampai maghrib, hafalan surat, hafalan hadis, hafalan kosa kata pokoknya hafalan yang susah masuk otak yang intinya menghafal yang penting dapat tanda tangan dari ustad ustadzahnya. Kebiasaan yang membuatmu semakin yakin kalau kamu mau pindah dan menyerah. 
Hukuman yang aneh-aneh
Kalau disekolahmu dulu kamu hanya mendapat hukuman dicubit dipukul oleh gurumu maka kamu akan menemukan hukuman yang lebih bervariasi, kamu tidak akan menyangka kalau kamu bakal dimandikan didepan umum, kamu harus disuruh keliling lapangan sambil jerit-jerit menghafal mufrodat atau kosa kata, kamu diberdirikan dimasjid karena ngantuk, disuruh minta tanda tangan seluruh ustadzahnya karena terlambat ke masjid, disuruh nanam bunga, bahkan kamu akan belajar membuat surat perjanjian dengan tulisan tanganmu sendiri. Kalau diluar sana kamu memakai jilbab merah terlihat cantik dan anggun, akan berbeda ceritanya ketika kamu memakai jilbab merah dipesantren, karena kamu akan menjadi artis dimana semua mata tertuju padamu dengan warna jilbabmu, jilbab pelanggaran, jilbab kebesaran. Kalau laki-laki jarang punya rambut, sudah dapat dipastikan dia adalah orang yang selalu bermasalah dengan pondok, karena sebelum rambutnya tumbuh dia harus dibotak lagi, bahkan sampai hutang botak

Hubungan Antara Durasi Belajar Santri dengan Prestasi

Hubungan Antara Durasi Belajar Santri dengan Prestasi

Sudah menjadi rahasia umum jika kehidupan pesantren memiliki waktu yang sangat padat bahkan harus kejar-kejaran dengan waktu, hidup diatur dengan jaros atau bel, punya waktu 5 menit untuk tidur adalah kemerdekaan yang sangat berarti. Hal ini disebabkan karena pesantren memiliki banyak kegiatan bukan hanya dari segi pelajaran seperti yang dijelaskan sebelumnya, pesantren juga belajar IPA, Matematik, Biologi dll ditambah dengan pelajaran agama seperti nahwu, sorof dll sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengkhatamkan semua pelajaran itu, oleh karena itu pesantren harus terbiasa dengan belajar dari pagi hingga sore bahkan dilanjutkan di malam hari.
Dengan kurikulum yang padat dan kegiatan ibadah yang seabrek orang mengira anak pesantren menjadi sangat alim yang kerjaannya cuma belajar dan mengaji, padahal anak pesantren juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain yang sunnah diikuti oleh para santrinya seperti olimpiade group, jamiatul qiro, kelompok pidato, jurnalis santri, kegiatan olahraga, seni tari, musik dan lain sebagainya. Belum lagi kegiatan wajib baik di kelas ataupun asrama seperti menghafal Al-Quran (satu tahun satu jus), tahsinul lughoh, dan mengikuti kegiatan keorganisasian, aktivitas yang sebegini banyaknya harus bisa dikendalikan dengan seimbang, pelajaran yang harus dipahami, organisasi yang harus dijalankan, dan tuntutan ekstrakurikuler yang harus diamankan.
Dengan banyaknya kegiatan tersebut, apa output yang didapatkan oleh para santri?

Harapan besar dari pesantren adalah apa yang menjadi sunnah dan wajib di pesantren tentunya memiliki output yang sesuai dengan keinginan dan tujuan pesantren untuk mencerdaskan para santrinya, pesantren mewajibkan berbahasa (Arab dan Inggris) sebagai bahasa sehari-hari untuk membiasakan santri agar lancar berbahasa karena bahasa adalah mahkota pesantren, pesantren melatih santri public speaking yang dikenal dengan muhadharah, santri wajib berbicara dan berpidato agar santri mampu menjadi pemimpin dalam sebuah forum besar, pesantren mewajibkan berorganisasi agar santri  mandiri dengan bekal-bekal yang telah diberi khususnya bekal berorganisasi yang dapat diimplemetasikan ketika terjun dimasyarakat nanti, santri di tuntut untuk mengikuti ekstrakurikuler agar tergali satu potensi dalam diri yang harus dicari sesuai dengan minat dan bakat yang ada di hati, santri dituntut untuk menghafal Al-Qur’an satu jus dalam setahun agar lulus menjadi alumni dan membawa pulang amalan Al-Quran dan menjadi generasi Qur’ani, santri diwajibkan memahami dan menghafal pelajaran agar bisa naik kelas kejenjang berikutnya yang lebih tinggi. Dengan  tuntutan yang begitu banyak, mampukan santri menemukan jati diri?
Ini akan menjadi sebuah anomali ketika durasi belajar yang tinggi tidak berbanding lurus dengan prestasi, pesantren harus benar-benar memperhatikan mana yang lebih prioritas, ketika bahasa menjadi prioritas utama maka fokuslah pada bahasa yang ingin ditingkatkan, ketika Al-Quran menjadi tujuan akhir maka fokuslah pada hafalan Al-Quran, ketika yang menjadi prioritas  olahraga atau  akademik dan lainnya maka tentukan satu tujuan akhirnya, pesantren harus membranding dirinya dengan satu brand yang menjual dengan kemasan yang menarik.
Disinilah tugas besar pesantren khususnya pesantren modern, bagaimana mengkemas semua menjadi satu dan menyatukan semua menjadi mudah, dapat diterima serta diaplikasikan oleh santri sehingga semua yang dirasa baik dan diperlukan seperti wajib bahasa, hafiz qur’an, dan ekstrakurikuler lainnya harus dijalankan dipesanren ini dengan niat lillahi ta’ala untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Pesantren yakin dengan kesabaran para pendidiknya dan kegigihan dalam mengajar, anak-anak akan mampu menjalankan semua yang dianggap beban menjadi hal yang menyenangkan.

Jangan menjadi anomali dan menjadi pembenaran bahwa anak-anak tidak bisa fokus dalam menjalankan mana yang lebih didahulukan dengan banyaknya tuntutan yang diberikan, dan menjadi alibi yang mendasari kenapa anak-anak susah menjalankan semuanya dengan seimbang sehingga harus ada yang dikorbankan, satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada yang tidak mungkin, semua menjadi mungkin asal NIAT yang perlu ditata, bukan niat hanya untuk menggugurkan kewajiban setoran , niat yang penting hafalannya selesai, dan niat lainnya yang tidak dilandaskan pada keikhlasan untuk belajar, mulai sekarang rubahlah niat kita untuk belajar bukan diawalai kata “yang penting” dan “asalkan, tekunlah belajar dan jangan lupa berdoa maka yakinlah durasi waktu  panjang dalam belajar dipesantren akan berbanding lurus dengan prestasi yang akan kamu dapatkan di kelas jika kalian sungguh-sungguh, karena pesantren tahu mana yang menjadi kebutuhan kalian para santri dan santriwatiya. Man jadda wajada.

Ketika Tidur itu Ibadah

Ketika Tidur itu Ibadah


Bulan puasa kita sering mendengar bahwa tidur menjadi amalan ibadah, tetapi menjadi sunnah dipesantren yang tidak hanya berlaku pada bulan puasa saja, tetapi berlaku setiap saat. Karena apa? Yaa karena tidur itu ibadah. 😃 Anak santri sangat lihai dalam mencari kesempatan baik kesempatan waktu atau tempat, tidur bisa dimana saja, bisa di asrama, di kelas, di kantin, bahkan di kamar mandi.  Santri menjadi ahli dalam hal curi mencuri waktu, mencuri waktu tidur karena tidur bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, bisa dengan duduk bahkan berdiri, yang penting bisa memejamkan mata sejenak. Jadi doa kebanyakan para santri setelah maghrib adalah “ya Allah..turunkanlah hujan yang deras yaa Allah” ketika hujan turun santri merdeka dari kegiatan malam daaaaann welcome my firoosss ambil wisadah tarik selimut. Hooaaaammmm...

Ketika ditanya kenapa santri suka tidur? Semua jawaban serempak “tidurnya kurang ustadzah... kegiatannya banyak kaliii.. kami jam 3 udah bangun ustadzah mandi  biar gak ngantri...” gak ada yang jawab kami tidur karena daripada kami gosip lebih baik kami tidur ustadzah, hehehe. Tapii ya begitulah memang santri, biarlah  gak makan asal bisa tidur, biarlah gak jajan pada waktu istirahat karena mubazir waktu 15 menit dipakai buat memanjakan perut karena memanjakan mata jauh lebih penting, alhasil banyak santri yang penyakitan, masih muda sudah kena maagh,  asam lambung, usus buntu, dan penyakit penyakit santri lainnya.
Ketika kantuk tak tertahankan, apa yang bisa dilakukan? Selain tidur pastinya, hahaha.. karena banyak tidur banyak juga hafalan yang hilang, oleh karena itu ada beberapa tips untuk menghilangkan rasa kantuk yang menyerang. Pertama, permisi ke ustadz/ah nya buat ngambil wudhu, lompat lompat dan lari kecil kalau perlu angkat besi selama perjalanan menuju hammam agar berkeringat. Kedua, berdiri ditempatmu dan bayangkan orangtua mu dirumah yang susah payah mencari uang untuk menyekolahkanmu tegakah kamu membalasnya dengan tidurmu dikelas. Ketiga, siapkan air diember dan sapu tangan dibelakang mejamu, jadi kalau kamu malas ke hammam  kamu bisa kompres matamu agar sejuk lagi. Keempat, baca yasin.

Cerita Horor, Hiburan para Santri

Cerita Horor, Hiburan para Santri

Sejak pertama masuk ke pesantren, kamu akan mendapatkan banyak cerita menarik dari senior-seniormu, mulai dari cerita indah bahkan cerita pahit selama dipesantren, dulu ukhti begini begini dan begini..kalian sekarang  enaklah dulu zamannya akhi begini begono begene.. bahkan sampai cerita horor yang menjadi bulan bulanan senior untuk menakut nakutimu.


Gak tau apa tujuan senior itu semangat kalau sudah cerita yang berbau horor, mungkin mereka senang melihat ekspresi pendengarnya larut dalam ketakutan dengan wajah yang menyebalkan, kadang ada yang minta ceritanya dilanjutkan dan ada juga yang dengan wajah pucat pasi minta cerita dihentikan, jujur aja.. walaupun begitu kalian akan tetap ingin cerita dilanjutkan meski mendengarkannya sambil megang selimut dan bantal.
Dulu diruang kosong belakang kamar mandi tu ada yang pernah gantung diri karena gak sanggup tiap hari dapat hukuman dari keamanan, dengan mukamu yang mulai membiru kamu mulai berimajinasi membayangkan ruang itu. Hati – hati kalau lewat ditangga sebelah kanan, apalagi tangga nomor tiga biasanya disitu ada si Joni (nama hantu yang kalian namai sendiri). Di jemuran itu kalau malam-malam sering terdengar suara anak anak nyapu sambil ketawa ketawa bahkan sesekali menangis, daaaaan kamu percaya 100% apapun yang dikatakan oleh seniormu meski kamu belum pernah menyaksikannya sendiri.
Entah kenapa khususnya di asrama putri, kemasukan atau kesurupan sudah menjadi hal yang wajib ada. Mungkin dipesantren manapun pasti ada santri yang kemasukan apalagi santriwati, seperti sudah tradisi ada yang kemasukan ada yang ngobati dan bahkan kemasukan sudah seperti penyakit menular, karena  setiap malam yang kemasukan orangnya bergantian. Proses kemasukan ini menambah bumbu-bumbu cerita horor pesantren, menjadi bukti bahwa cerita horor itu bukan hanya sekedar hoaks, karena didukung dengan bukti yang nyata. Tapi tidak sedikit juga santri menjadi pintar beracting, kalau di casting jadi artis  pasti langsung lulus tapi jadi pemeran hantunya, hahaha😁
Kenapa? Karena tidak sedikit santri yang berpura-pura kemasukan agar keinginannya dipenuhi, atau agar semua orang tau kalau dia juga sudah dapat giliran, tinggal menunggu giliran selanjutnya. Pada intinya cerita horor dipesantren menjadi hiburan santri karena ada bahasan yang penting untuk dibahas daripada  gosipin orang kan lebih baik gosipin hantu. 

KISAH CINTA YANG TAK PERNAH DIRESTUI

KISAH CINTA YANG TAK PERNAH DIRESTUI

Sekeras apapun kisah cintamu kamu tak akan pernah mendapat restu dari gurumu, “Love is Sacrifice” Cinta Adalah Perjuangan, sebesar apapun perjuanganmu mendapatkan cinta suci itu tetapi selama kamu masih ingin tinggal dipesantren maka ada baiknya kamu tangguhkan dulu rasa cinta itu sebelum izin sekolahmu yang ditangguhkan. Sekeras apapun kamu meyakinkan  pilihan hatimu, kamu bilang dia alim, rajin ngaji, soleh, taat sama guru, patuh pada peraturan yang berlaku  (padahal semua santri kalau lagi dipesantren semuanya keliatan alim banget kayak anak baik-baik tanpa secercah dosa yang ada hanyalah setumpuk pahala dengan hafalan do’a -do’a), dan kalian percaya dengan kekuatan sugesti cinta yang mengarah pada panah asmara sang pujangga, 100% kamu yakin dialah jodohmu, tetap saja kenyataannya kamu tidak akan pernah direstui pacaran selama nafasmu masih di pesantren.

Jadi, bagaimana kisah cintamu selanjutnya? Demikianlah terbit episode-episode drama cinta santri yang mengembara mencari wanita pujaan hati dengan seribu cara, surat-suratan menjadi medianya, dan kisah cinta seperti ini yang justru punya cerita indah. Kalau kamu ketahuan pacaran maka bersiap-siaplah bakalan dipermalukan didepan seluruh santri dan santriwati, biasanya kamu akan dinikahkan meski bukan nikah beneran, atau dinaikkan beko cinta, dimandikan depan umum, masuk catatan hitam, intinya kamu akan dipermalukan habis-habisan hingga yang pada awalnya santri tidak tahu kisah cinta kalian sampai kalian menjadi trending topik karena ada pasangan serasih yang baru dilantik.
Lalu, cara apa yang bisa ditempuh supaya pacaranmu berjalan lancar tanpa ada hambatan dan tak seorangpun yang tahu tentang hubungan kalian? Pertama, bisa jadi kalian akan saling berkirim surat melalui adik/abang kalian, contoh si RM naksir sama AA, untuk bisa berkomunikasi dengan AA si RM menitipkan surat ke adiknya yang perempuan yang kebetulan kamarnya bersebelahan dengan si AA, jadilah si adik menjadi post gratis tanpa ada pajak. Kedua, kalian hanya bisa berkomunikasi waktu liburan saja bisa lewat telpon atau facebook, dan setalah tiba dipesantren seolah kalian lupa siapa lo siapa gua. Katiga, kalian berharap masuk ke ekstrakurikuler yang sering dibawa lomba keluar seperti nasyid, pencak silat dan lainnya supaya bisa spik spik si doi yang juga anggota nasid karena kalian bertemu dalam event yang sama.
Sebenarnya akal panjang anak pesantren ini sudah terakreditasi A, karena mereka bisa mencari celah ntah bagaimana bisa lolos dari ustad/ah nya, bisa ketemuan meski hanya untuk melihat senyumnya walau hanya ngintip dari dapurnya wak kantin dan si doi pura-pura menyibukan diri didalam masjid supaya bisa tolla yutillu alias curi curi pandang, atau sok sibuk kotak katik kelas entah apa yang dikerjain sambil nunggu doi selesai main bola karena jalan pulangnya melewati batas zona aman tepatnya dibelakang kelas santriwati. Santri lebih lihai mencari solusi cinta yang tertunda karena banyaknya tembok pembatas, Namun jangan berharap cinta kalian aman selama masih ada ustdzahnya yang 24 jam menjadi bulis kalian. Sebesar apapun perjuangan cinta yang kalian tempuh tak kan pernah direstui oleh guru -gurumu

SOLIIDARITAS TANPA BATAS

SOLIIDARITAS TANPA BATAS


Hari itu, ada jadwal ujian tahsinul Qur’an, dan setiap anak murojaah hafalan Qur’an dari ayat pertama hingga batas ayat akhir hafalannya. Tiba -tiba, satu anak tunjuk tangan “ustadzah, kami mau ngomong sama ustadzah”, “mau ngomong apa kalian? Kita ujian dulu” suasana jadi hening, tak ada suara, ditanya pun tak ada jawaban, bingung juga ne anak-anak maunya apa.

Ana Andriani yang menjadi ketua kelas pertama kali angkat suara, “ustadzah, kami mau minta maaf sama ustadzah, kami banyak salah sama ustdzah, kami banyak ngecewakan ustadzah”, entah kenapa tiba-tiba anak-anak ini minta maaf kayak lebaran atau seolah-olah besok gak ketemu lagi seperti yang sering  diucapin di acara perpisahan atau farewell party. Tapi mereka serius, wajah seperti banyak dosa bahkan semua nangis udah kayak menyesali dosa yang sudah dipendam bertahun-tahun. Jujur ini suatu kebanggan kepada anak-anak kelas 5 yang dengan dewasa membuat sebuah forum untuk saling kritik auto kritik, menyadari kesalahan masing-masing dan saling mengingatkan kesalahan teman yang lain. Solidaritas dan soliditas persahabatn di pesantren memang tidak bisa ditemukan disekolah-sekolah reguler biasa, karena 24 jam kita selalu bersama, tidur sama, mandi sama, makan sama, semuanya dilakukan bersama baik suka maupun  duka.
Kesalahan satu anak menjadi kesalahan satu angkatan, dan prestasi satu anak merupakan prestasi satu alumni. Sehingga inilah yang membuat solidaritas berteman dipesantren itu tinggi, bagaimana membangun image dan citra satu angkatannya baik dan lulus menjadi alumni khusnul khotimah. Butuh kerja keras dan butuh kekompakan agar tujuan bisa tercapai, dan inilah yang terus ditingkatkan oleh anak-anak kelas 5 terbukti dengan itikad mereka berkumpul dan mengakui kesalahan mereka tanpa diminta. Semoga solidaritas ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan

Prinsip One for All, All for One ala Santri

Prinsip One for All, All for One ala Santri

Santri itu keluarga, kita semua saudara. Bermacam-macam tipe manusia yang menjadi saudara kita, ada saudara karena satu kamar, saudara satu konsulat, satu kelas, satu bagian di organisasi, satu meja makan, dan yang pasti saudara karena satu hati, eaaaakkk.. ^_^ , mereka adalah...

Skill Penyeludupan di Pesantren

Skill Penyeludupan di Pesantren


Kebanyakan hal-hal yang menjadi hiburan santri adalah barang-barang yang dilarang di pesantren, seperti handphone, majalah, komik, tape recorder, dan masih banyak lainnya yang kalau kata bang Roma mengapa semua yang enak enak itu yang dilarang, yah gitu jugalah yang berlaku..

Toleransi

Pengertian dan Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari -Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya
saling mengenal. Antara satu bangsa dengan bangsa lain memiliki budaya
dan karakteristik berbeda-beda. Demikian pula dengan Indonesia.
Indonesia merupakan negara majemuk dengan beragam perbedaaan. Perbedaan
suku, agama, warna kulit, dan bahasa di Indonesia merupakan anugerah
berharga dari Tuhan. Semua ini merupakan kekayaan bangsa Indonesia
yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
Oleh karena itu sudah selayaknyalah kita bersyukur atas semua karunia
dari Tuhan. Lalu bagaimana cara mensyukurinya? Tidak lain adalah
dengan saling menghormati, menghargai, serta memelihara hubungan baik
antarsesama warga Indonesia.
1. Pengertian Toleransi
Toleransi dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tasamuh. Secara bahasa toleransi berarti tenggang rasa. Secara istilah,
toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antarsesama
manusia. Allah Swt. menciptakan manusia berbeda satu sama lain.
Perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif.
Sebaliknya, perbedaan bisa memicu konik jika dipandang secara negatif.

Sebagai ilustrasi, Jika kita memperhatikan salah satu unsur bangunan,
misalnya tembok, maka tembok itu terdiri dari beberapa bagian: batu
bata, besi, semen, dan pasir. Jika masing-masing bagian itu berdiri
sendiri tanpa ada persatuan dan keterkaitan maka tidak akan mempunyai
kekuatan. Setelah bagian-bagian itu dipersatukan, dicampur dengan air,
dan disusun rapi, maka ia menjadi satu bangunan yang kokoh. Ini semua
menggambarkan bahwa perbedaan merupakan sumber kekuatan apabila bersatu
dan bekerja sama. Oleh karena itu Islam mengajarkan untuk menghargai dan
menghormati perbedaan.

Toleransi dalam Islam mencakup dua hal yaitu;
  1. toleransi antar sesama muslim dan
  2. toleransi kepada nonmuslim.
Toleransi antarsesama muslim berarti menghargai dan menghormati
perbedaan pendapat yang ada dalam ajaran agama Islam. Misalnya,
perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat salat tarawih.

Perbedaan-perbedaan dalam tubuh agama Islam masih bisa ditoleransi
apabila terjadi dalam masalah furu’iyah (cabang), seperti jumlah rakaat
tarawih, doa qunut, dan lain-lain. Namun, kita tidak boleh toleransi
dalam masalah ushul (pokok) dalam Islam, misalnya kitab suci al-Qur’ān,
kiblat, dan Nabi. Ada orang mengaku Islam tetapi kiblat salatnya bukan
di Ka’bah, kitab sucinya bukan al-Qur’ān, nabinya bukan Muhammad saw.
Maka kita harus menolak keras pendapat seperti ini, namun tidak boleh
berbuat anarkis atau menghakimi sendiri dengan tindakan kekerasan.

Adapun yang dimaksud toleransi kepada nonmuslim yaitu menghargai dan menghormati pemeluk agama lain untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.
2. Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari
Toleransi merupakan salah satu akhlak mulia (akhlakul karimah) yang
harus dimiliki setiap muslim. Dengan menjunjung tinggi sikap menghargai
perbedaan ini maka kehidupan masyarakat akan damai dan sejahtera. Oleh
karena itu kita harus menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari
baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Dalam kehidupan
sehari-hari toleransi dapat diwujudkan dengan sikap-sikap sebagai
berikut.
  1. Bergaul dengan semua teman tanpa membedakan agamanya.
  2. Menghargai dan menghormati perayaan hari besar keagamaan umat lain.
  3. Tidak menghina dan menjelek-jelekkan ajaran agama lain.
  4. Memberikan kesempatan kepada teman nonmuslim untuk berdoa sesuai agamanya masing-masing.
  5. Memberikan kesempatan untuk melaksana-kan ibadah bagi nonmuslim.
  6. Memberikan rasa aman kepada umat lain yang sedang beribadah.
  7. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  8. Mengadakan silaturahmi dengan tetangga yang berbeda agama.
  9. Menolong tetangga beda agama yang sedang kesusahan.
Lebih dari itu sikap toleransi kepada sesama muslim harus lebih
diperkokoh. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah saw. dan umat Islam
ketika berada di Madinah. Hubungan persaudaraan antara Muhajirin (kaum
muslimin dari Mekah) dan Ansar (kaum muslimin Madinah) terjalin sangat
erat. Kehidupan kedua golongan itu setiap hari diliputi oleh suasana
saling pengertian, saling membantu dan saling bekerja sama. Apabila
seorang dari Ansar memiliki rumah, maka rumah itu digunakan bersama
dengan Muhajirin. Jika Muhajirin memiliki makanan dan minuman, maka
makanan dan minuman itu dibagi dengan Ansar. Dengan persaudaraan dan
toleransi yang tinggi seperti ini maka umat Islam waktu itu mempunyai
ikatan yang kokoh. Rasulullah saw. mengibaratkan umat Islam sebagai satu
tubuh. Jika ada bagian tubuh yang sakit maka anggota tubuh lain juga
ikut merasakan sakit. Demikian pula dengan umat Islam, jika ada salah
seorang anggota masyarakat muslim mengalami kesulitan maka warga yang
lain hendaklah membantunya.

Kepada umat agama lain, Islam juga mengajarkan untuk toleransi. Dalam
Islam tidak ada ajaran supaya membenci atau memusuhi umat agama lain.
Islam mengajarkan umatnya untuk hidup berdampingan dalam suasana damai,
rukun, dan saling. Rasulullah saw. dan umat Islam sudah mencontohkan
toleransi antarumat beragama pada waktu berada di Madinah. Umat Islam,
Nasrani, dan Yahudi diberi kebebasan dan dijamin hak-haknya untuk
melaksanakan ibadahnya masing-masing.

Namun perlu diingat bahwa toleransi kepada golongan nonmuslim hanya
terbatas pada masalah-masalah duniawi, seperti kerjasama dalam bidang
ekonomi, sosial budaya, politik dan masalah-masalah lain yang berkaitan
dengan keduniaan. Adapun yang berkaitan dengan masalah aqidah dan ibadah
harus sesuai dengan agamanya masing-masing.

Bahagia

7 Tanda Bahagia Menurut Rasulullah SAW Manusia pasti ingin hidup bahagia, damai, dan sejahtera. Ada yang bekerja keras untuk menghimpun harta, dan menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta dan kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebutnya. Menurutnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup, dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Ibnu Abbas seorang sahabat Rasulullah pernah ditanya tentang kebahagiaan, beliau menjawab ada tujuh tanda kebahagiaan hidup seseorang di dunia. 1. Pertama, qalbu syakir yaitu hati yang selalu bersyukur. Bersyukur kepada Allah dan menerima apa yang dia dapatkan untuk digunakan demi kebaikan. Orang yang pandai bersyukur maka ia akan cerdas memahami kasih sayang Allah, apapun yang diberikan-Nya selalu bernilai dan membuat dekat kepada-Nya. Ia selalu menerima keputusan Allah dengan positif, jika ditimpa kesulitan maka ia ingat dengan sabda Rasulullah: kalau sedang dalam kesulitan, maka perhatikan orang yang lebih sulit dari dia. Bila diberi kemudahan, maka ia sadar bahwa itu adalah ujian dan semakin bersyukur, jika bersyukur maka Allah akan menambah nikmat dan kemudahan yang lebih besar daripada nikmat yang telah diterima. 2. Kedua, al-Azwaj al-shalihah, pasangan hidup yang saleh, menciptakan suasana rumah yang nyaman dan menurunkan keluarga yang saleh. Pada hari kiamat nanti seorang suami akan diminta tanggungjawabnya dalam membimbing istri dan anak. Tentu berbahagia menjadi istri dari suami yang saleh, yang selalu mengajak kepada kebaikan, dan berbahagia menjadi suami dari istri yang tulus selalu mendampingi. 3. Ketiga, al-aulad al-abrar, anak-anak yang saleh. Anak yang senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orangtua. Rasulullah ketika selesai melakukan tawaf bertemu dengan seorang pemuda yang lecet dipundaknya. Kemudian beliau bertanya wahai pemuda kenapa pundakmu itu? Pemuda tersebut menjawab, aku mempunyai ibu yang sudah tua, ibuku itu tidak mau jauh dariku, aku sangat menyayanginya. aku selalu melayani dan menggendongnya ketika aku selesai salat dan istirahat. Kemudian pemuda itu bertanya apakah dia termasuk orang yang bakti kepada orangtua. Kemudian Rasulullah menjawab, engkau termasuk anak yang saleh dan berbakti, akan tetapi kebaikan yang kamu lakukan tidak sepadan dengan cinta orangtuamu kepadamu. Cinta orangtuamu tidak terbalaskan hanya dengan itu. 4. Keempat, al-bi‘ah al-sholihah, lingkungan yang baik dan kondusif untuk keimanan, lingkungan yang mengingatkan dan mendorong kepada kebaikan. Mengenal siapapun untuk dijadikan teman tidaklah dilarang, namun untuk menjadikan sebagai sahabat karib haruslah orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan. Rasulullah menganjurkan kita untuk bergaul dengan orang saleh, yaitu orang yang mengajak kebaikan dan mengingatkan jika berbuat salah. Karena orang saleh itu memiliki pancaran cahaya yang dapat menerangi orang-orang di sekelilingnya. 5. Kelima, al-mal al-halal yaitu harta yang halal. Islam tidak melarang orang menjadi kaya, tetapi yang penting adalah kualitas harta bukan kuantitas harta. Rasulullah bersabda: Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram. 14 abad lebih, setelah Rasulullah menyatakan hadis ini, kita sedang menyaksikan sebuah kenyataan dimana orang sangat berani melakukan korupsi, penipuan, penggelembungan nilai proyek, pemerasan, penyuapan, pengoplosan BBM, produksi barang bajakan, dan sebagainya. Banyak orang yang menjadi korban, bahkan tak jarang orang mengatakan “mencari yang haram aja sulit apalagi yang halal”. Rasulullah pernah bercerita tentang seorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut, pakaiannya kotor. Ia berdoa sambil mengangkat tangan, namun Rasulullah mengatakan bagaimana doamu dapat dikabulkan jika makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal yang kau miliki didapat dari yang haram, karena sesuatu yang haram penyebab ditolaknya doa dan ibadah. Rasulullah itu miskin dalam artian tidak mempunya harta yang berlebih. Beliau itu ternyata kaya raya, memiliki harta yang lebih, tapi walaupun begitu hidup beliau tidak kaya atau sangat sederhana. Mengapa demikian karena beliau zuhud dengan kekayaannya. Zuhud di sini dalam artian bukan tidak boleh memiliki harta yang berlimpah, tapi hakikatnya hati tidak terkait atau cinta dengan harta itu. Jadi kita pun patut mencontoh Rasul, kita harus kaya tapi kita tidak boleh mencintai kekayaan kita itu. Kalau kaya kita bisa bersedakah, berinfak lebih banyak dari orang yang kekayaannya sedikit, bisa berhaji, bisa buat pesantren dan lembaga pendidikan, memberi peluang kerja bagi gelandangan dan pengemis. 6. Keenam, tafaqquh fi al-din, semangat mempelajari agama. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengkaji, mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu agama. Semakin belajar ilmu agama maka hidup manusia akan terarah. Hanya dengan ilmu, amal manusia bernilai pahala. Semakin belajar semakin cinta agama, semakin cinta Allah dan rasul-Nya, cinta ini yang akan mententramkan hatinya. 7. Ketujuh, umur yang berkah. Semakin tua semakin mulia, semakin banyak amal kebaikan, hidup yang diisi hanya untuk kebahagian lahiriah semata, hari tua akan diisi dengan kekecewaan, berangan-angan bahagia sementara tubuh semakin renta dan tidak sanggup mewujudkan angan-angan tersebut. Hidup yang digunakan untuk mempersiapkan bekal bertemu Allah, maka semakin tua dia akan semakin bahagia, bersikap optimis. Dan tidak ada ketakutan meninggalkan dunia yang fana ini. (berbagai sumber)

Akhlakul karimah

Akhlakul karimah yaitu sama dengan akhlak yang baik atau terpuji . Akhlakul karimah harus dimiliki oleh semua manusia yang hidup di dunia ini.Apa pengertian dari Akhlakul karimah ?dan apa saja contohnya?mari kita pelajari bersama .

Pengertian akhlakul karimah

Akhlakul karimah atau Akhlak mulia /terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai ajaran agama islam . Seseorang yang memilikiakhlakul karimah maka akan disenangi oleh sesama manusia , bahkan tidak hanya itu jika seesorang berperilaku sesuai ajaran agama islam maka sudah pasti baik dimata ALLOH dan kelak nanti akan masuk dalam surga bersama Nabi Muhammad saw, seperti yang terkandung dalam Hadist Nabi Muhammad :
akhlak terpuji

Contoh akhlakul karimah

  1. Zuhud

    Zuhud menurut bahasa memiliki arti meninggalkan keduniaan. Sedangkan secara istilah , Zuhud yaitu meninggalkan sesuatu yang disayangi atau di sukai yang bersifat material atau keduniaan yang mewah dengan mengharap dan menginginkan sesuatu yang lebihbaik yang bersifat kebahagiaan akhirat.Seseorang yang memiliki harta yang melimpah hendaknya digunakan sebagai alat untuk mencari kebahagiaan yang hakiki yaitu kebahagiaan di akhirat . seperti yang terkandung dalam Dalil Naqli tentang zuhud dalam
    adversitemens
    QS. AN- Nisa ayat 77   yang artinya :
    “………..Katakanlah kesenangan didunia ini hanya sebentar (sedikit ) dan akhirat itu lebih baik bagi orang – orang yang bertaqwa .” Zuhud bukan berarti melarang manusia untuk memiliki harta dan tidak memiliki kesenangan dunia , akan tetapi harta dan dunia tidak menghalangi untuk menunaikan tugas manusia yaitu untuk beribadah kepada Alloh swt.
Ciri – ciri orang zuhud , yaitu
a. Selalu merasa cukup atas harta yang dimiliki.
b. Senantiasa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan walaupun sedikit.
c. Hidup sederhana.
d. Lebih mengutamakan cintanya kepada ALLOH dibanding cinta kepada dunia.
adversitemens

2. Tawakal

Pengertian tawakal secara bahasa yaitu menyerahkan suatu urusan kepada pihak lain. Sedangkan secara Istilah yaitu menyerahkan sepenuh nya segala perkara setelah berusaha (ikhtiar ) kepada ALLOH swt. Sikap bertawakal menjadikan seesorang menjadi tidak putus asa jika sesuatu yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan , dan tidak akan sombong jika suatu yang diusahakan berhasil . Dalil yang menjelaskan tentang tawakal yaitu QS. Al- maidah ayat 11 :
akhlakulkarimahi
Lafadz ( Ya ayyuhalladziina amanudzkuru ni’matallohi ‘alaikum idz hamma kauman an yabsutuu ilaikumaidiyahum fakaffa andiyahum ‘ankum wattaqullaha wa’alallahi falyatawakkalil mu minuna )
Artinya : ” Hai orang – orang yang beriman , ingatlah kamu akan nikmat Alloh ( yang diberikn Nya ) kepadamu , di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu ( untuk berbuat jahat ) maka Alloh menahan tangan mereka dari kamu . Dan bertawakalah kepada ALLOH , dan hanya kepada ALLOH saja orang – orang mukmin itu harus bertawakal .”
Ciri – ciri orang yang hidupnya tawakal :
a. Tidk pernah berkeluh kesah .
b. Ridha terhadap diri dan keadaannya.
c. Selalu merasaka ketenangan.

3. Ikhlas

Ikhls yaitu mengerjakan  sesuatu pekerjaan  semata – mata mengharap ridho ALLOH swt.
Dalil Naqli tentang ikhlas yaitu terkandung dalam QS.AZ-ZUMAR Ayat 11 ;
Akhlakulkarimah
Lafadz ( qul innii umirtu ana’budullaha mukhlison lahudina )
Artinya :
Akhlakul karimah
Ciri – ciri yang dimiliki orang yang iklas :
a. Tidak kecewa saat amal perbuatannya diremehkan oleh orang lain.
b. Tidak merasa bangga , ketika perilakunya dipuji.
c. Tidak memuji dengan apa yang dikerjakan .
Demikian penjelasan tentang akhlakul karimah, Contoh diatas merupakan contoh sebagian kecil dariakhlakul karimah atau akhlak yang baik . Semoga kita senantiasa dapat berusaha untuk melatih diri berperilaku baik ,karena semua itu akan kembali pada diri kita sendiri baik akibat buruk ataupu manfaat atau hikmahnya.

Tatakrama



Pengertian Tata Krama

Tata krama atau adat sopan santun atau yang biasa disebut etiket telah menjadi bahan dalam hidup kita, ia telah menjadi persyaratan dalam hidup sehari-hari, malahan menjadi meningkat dan sangat berperan untuk memudahkan manusia diterima di masyarakatnya. Pada waktu anda masih kanak-kanak, secara tidak sadar orang tua anda telah melatih anda agar menerima pemberian orang dengan tangan kanan,lalu mengucapkan terima kasih.


Tata krama adalah kebiasaan. Kebiasaan ini merupakan tata cara yang lahir dalam hubungan antar manusia. Kebiasaan ini muncul karena adanya aksi dan reaksi dalam pergaulan. Sebagai contoh, kalau orang indonesia setuju dengan apa yang dikemukakan ia akan mengangguk- anggukan kepalanya. Sebaliknya di negeri lain ada yang menyatakan setuju dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Pentingnya Tata Krama

Orang tua anda juga melatih anda cara makan,minum, menyapa, memberi hormat, berbicara, berpakaian, dan bersikap jika ada tamu yang datang kerumah anda. Lama kelamaan prilaku anda terbentuk menjadi suatu kebiasaan, tanpa memikirkan mengapa anda harus bertindak seperti yang demikian.
Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lama kelamaan dapat merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas. Banyak manusia yang memiliki jenis manusia tipe durian, yaitu orang yang penampilannya tidak menarik, kasar, dan tidak mengundang simpati, namun berhati emas. Hatinya diliputi sifat-sifat terpuji, seperti rendah hati, suka memaafkan, suka menolong, dan menghargai orang, serta tidak menyakiti orang lain. Manusia tipe kedong-dong akan dijauhi orang setelah merasakan betapa asam sifat-sifatnya.
Disinilah letak betapa pentingnya tata krama. Orang yang mengenal dan menerapkannya akan melahirkan penampilan yang menarik seperti kulit kedongdong,dan perhatian itu tepancar dari hati seperti isi durian.

Pengertian Tata Krama

Menurut pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Pengertian Tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Tata krama terdiri atas tata dan krama. Tata berarti adat, aturan , norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, kelakuan tindakan, perbuatan. Dengan demikian, tata krama berarti adab sopan santun, kebiasaan sopan santun, atau sopan santun.

Taat

Taat secara bahasa artinya senantiasa tunduk dan patuh. Secara istilah taat adalah tunduk dan patuh, baik terhadap perintah Allah Swt, Rasul-Nya, maupun ulil amri (pemimpin). Perilaku taat ini mungkin sering kita langgar, contoh sederhana apakah kita sudah melakukan shalat 5 fardhu?, apakah kita sudah taat kepada Allah?, bahkan terkadang mungkin kita juga masih belum taat terhadap diri sendiri.





Q.S. An - Nisa [4] : 59

Artinya :
”Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” ( Q.S. An - Nisa [4] : 59 ).

Sudah dijelaskan dari ayat tersebut bahwa taat dibagi menjadi 3.

1. Taat Kepada Allah S.W.T.

Taat kepada Allah S.W.T yaitu taat menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Berikut Firman Allah S.W.T :

Q.S. Ali Imran [3] : 32
Artinya :
"Katakanlah: hendaklah kamu taat kepada Allah dan Rasul. Tetapi jika kamu berpaling, maka sesungguh­nya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir." ( Q.S. Ali Imran [3] : 32 ).

2. Taat Kepada Rasul-Nya

Taat kepada Rasul yaitu setiap muslimin harus melaksanakan ajaran - ajaran yang terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW.

Q.S. At - Tagabun [64] : 12
Artinya :
Dan ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. ( Q.S. At - Tagabun [64] : 12 ).

3. Taat Kepada Ulil Amri ( Pemimpin )

Taat kepada Ulil Amri berarti setiap  umat muslim harus taat terhadap setiap pemimpinnya masing - masing selama masih dalam jalur kebenaran dan diridhai Allah SWT dan tidak menyimpang dari ajaran Islam.

Contoh Perilaku Taat
  • Melaksanakan rukun iman.
  • Melaksanakan rukun islam.
  • Patuh terhadap segala perintah Allah S.W.T.
  • Patuh terhadap orang tua.
  • Patuh terhadap aturan - aturan atau hukum yang berlaku sesuai pemimpin atau daerah masing - masing.

Implementasi Trilogi Nusa Putra

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Haiii... perkenalkan nama saya Raida Namira Aulia, salah satu mahasiswi program studi Pendidikan Guru Sekolah ...